Apapun dirimu, Aku kan tetap selalu ada

4 Tahun yang lalu kita pertama kali saling mengenal, dirimu masih terlalu kecil dan lugu, sebab waktu itu kamu masih kelas 2 SMP, kalau ngga’ salah sih tanggal 3 Oktober 2005. Dirimu masih terlalu lugu, Kamu sering cerita waktu dimarahin mama, pergi belanja kepajak ama mama dan banyak lagi sih.  dirimu masih begitu imut sebab dengan pakaian dan jilbab yang engkau gunakan itu tetap tak bisa menutupi bahwa kamu masih memiliki sifat kenak-kanakan. Tapi jujur mas merindukan saat-saat seperti itu, saat-saat dimana kamu selalu memotivasi mas waktu mas mau ujian semester di sma dulu. Karena dari dulu hingga saat ini engkau tetap salah satu motivasi terbesar mas. Walaupun yang paling berperan tentu saja ibu mas sebab beliaulah orang tua tunggal yang sanggup Untuk menguliahkan anak-anaknya sendirian.

Dua tahun setelah semua itu, komunikasi kita sama sekali terputus karena hilangnya handphone mas dan sialnya mas pun lupa nomor handphonemu, mas lupa nomor orang yang selalu mengingatkan mas makan, mandi, belajar dan shalat. Tapi mas g pernah lupa akan kehadiran mu yang telah membangkitkan semangat mas yang pernah padam (*gara-gara kasus bolos sekolah*) yang hingga kini semangat itu tidak pernah luntur. Sebab buat mas kau adalah yang terbaik dari dulu hingga sekarang.

Dan berkat kekuasaan allah SWT, ntah darimana datangnya, engkau tiba-tiba tahu nomor handphone yang mas miliki, dan engkau begitu yakin saat engkau mengucapkan kata pertama “Assalamualaikum mas rizki”, sempat bingung juga sih, sebab awalnya hanya teman Kuliah aja yang iseng ngerjain mas, setelah mas selidiki, (*detective mode : on*) dengan berbagai pertanyaan barulah mas semakin yakin bahwa dirimu adalah dyna muhibbah yang dulu pernah mas kenal.

Hingga akhirnya waktu itu telah tiba, saat yang mas nantikan selama 2 tahun lamanya, saat-saat dimana mas merasa goyah dan tanpa dukunganmu, saat itulah engkau hadir kembali. Waktu engkau menanyakan mas lagi dimana sekarang, adik lagi diasrama haji ni, mas bisa ngga’ datang kesini?. saat itulah seperti ada angin sejuk yang kurasakan karena ternyata dirimu masih ingin bertemu dengan mas mu yang tak seberapa ini.(*merendah dikit g p2 dunk*) yang kemudian mas jawab mas lagi kerja dik, insyaallah jam 3 mas pulang dan langsung keasrama haji ya dik. Sungguh nikmat dan besar karunia allah, dan aku semakin yakin pada kuasamu ya allah.

Setelah pertemuan itu akhirnya aku membuat tekad dalam diriku, jika nanti allah mengijinkan, setelah selesai S2 aku ingin pergi kerumah orang tuanya. dan aku juga bertekad dalam hati yang paling dalam Seperti Apapun dirimu nanti, Aku kan tetap selalu ada Untukmu.

To : Dyna Muhibbah

Bagikan Tulisan Ini :
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter


3 Responses to “Apapun dirimu, Aku kan tetap selalu ada”

  1. Ardiman177 says:

    Wah..wah..wah.. Sungguh berkesan bwt mas rizki akan kisah yg dilaluiny,, & itu semata2 jg tak terlepas dr kuasa Allah, karena dia yg mengatur langkah,pertemuan,rejeki,jodoh,bahkan maut jg.. Buat mas rizki yg memiliki motivasi dr seorang dina,,mg tetap bs menjaga ht dan tetap semangat..Semoga niat sucinya itu terkabul..amiin..

    NB : kemek2ny jgn lupa y mas rizki.. Salam kenal jg bwt dina mas rizki,, salam dr anggota sahabatkuliah.com :-)

  2. ela says:

    salam.
    indah banget seh ceritanya,ada juga ya?!!
    itu udah rencana Allah,Dia sudah menyusunnya dengan rapi.
    success!!!;)

  3. ahas141 says:

    owh…owh..owh… lebay banget cerita lu ky…

    gitu dong baru guru awak namanya… jangan patah semangat kayak di “Cerita Cinta sang Khilaf”…

    lu kan masi bisa berjuang dgn badan bongsor lu…

    selamt mendapat yang terbaik ya guru…
    Sukses slalu bro… heehehehhehh

Leave a Reply