Cerita Cinta Sang Khilaf

Sadar atau tidak, banyak sekali laki-laki didunia ini yang telah kalah perang dalam masalah cinta, mereka adalah laki-laki yang telah terluka hatinya karena cinta, pikirian mereka kacau dan mereka seakan bingung apa yang akan mereka perbuat disaat-saat yang demikian. Hati mereka hancur, hati ingin menangis, tapi tak mampu, dan seakan hidup di dunia ini sudah tak ada lagi artinya bagi mereka, dan mereka adalah barisan patah hati.

Aku pernah menjadi salah satu satu dari mereka, saat itu hati ku hancur, dan sakit yang teramat sangat yang kurasakan, aku merasa bahwa dalam hidup ini aku hanya sendirian dan tak ada seorang pun yang menemani, di saat teman mengajak ingin bercanda, aku hanya diam dan tak mampu menjawab karena saat itu hanya raga ku yang ada disana, tapi pikiran ku ntah kemana. dan kulihat teman ku juga sedang bersedih karena melihat kondisiku saat itu. Kondisi yang membuat sahabatku bingung dan juga tak mampu mengatakan apa-apa, dia hanya diam tanpa kata. dan semua itu karena cinta!!.

Pertama kali aku jatuh cinta, pada saat sma dulu, dia adalah wanita yang begitu cantik, sholeha, tutur katanya lembut dan masih banyak lagi hal yang membuat aku jatuh cinta padanya, saat itu begitu lucu, jangankan untuk mengatakan cinta, untuk melihatnya saja aku tak mampu. jantungku terlalu cepat berdetak, kaki ku lunglai, dan keringat terus membanjiri tubuhku. teman-teman sma ku terus menertawakan aku, dan tak ada yang mengerti keadaan ku. dan aku hanya pasrah sambil menunggu bel sekolah berbunyi dan berharap mereka berhenti menertawakanku. dan hal ini terus terjadi sampai aku selesai sekolah, akhhhh!!! ingin sekali aku berontak dan mengatakan bahwa aku bisa pacaran dengan wanita. tapi kejadian yang sama selalu terjadi, hanya keringat yang datang setiap aku memandang wajah wanita itu.

Dan untuk kedua kalinya aku jatuh cinta saat aku kuliah, saat itu aku menyukai seorang wanita yang sama seperti wanita yang aku cintai pertama kali, wanita yang juga begitu cantik, sholeha, ramah, tutur kata lembut dan aku merasa bahwa semua yang aku butuhkan ada padanya. tapi keadaanku sedikit berubah, aku mulai berani menyinggung dan mencoba mengatakan padanya melalui isyarat kalau aku cinta padanya. aku hanya mengatakan bagaimana pendapatnya tentang pacaran walau itu hanya sebatas sms dan telepon, dan dia hanya mengatakan kalau pacaran haram dalam islam, pacaran itu kebanyakan hanya berlandaskan nafsu. Saat itu aku merasa serba salah mencintai orang seperti dia dan aku pun berusaha melupakannya, dan sedikit berhasil. Sampai ketika itu aku semester 4, aku mulai mencintai wanita lain, wanita dari luar kota, tidak satu kota dengan ku ini. dia berasal dari perbaungan dan aku berada di medan. Wanita ini berbeda dengan wanita yang sebelumnya aku cintai, baginya pacaran itu penting, untuk mengenal karakter orang yang akan menikahi kita, begitulah kata-katanya. Dan saat itu aku yang hanya seorang cupu tertarik dengannya, karena aku menilai dia berbeda dan mempunyai sisi unik.

Aku mulai berani dari sebelumnya, aku berani bertanya padanya soal cinta dan dia memberikan respon positif atas pertanyaan ku, selanjutnya kami saling menceritakan masalah-masalah kami, dikampusku dan disekolahnya. sampai akhirnya aku memberanikan diri dan mengatakan kalau aku suka padanya. dan tak kusangka dia juga menyukaiku. sesuatu yang bagiku diluar perkiraan dan tentu saja aku begitu bahagia. dan kami pun mulai menjalani hubungan kami dengan canda dan tawa. hahaa!!!itulah saat pertama kali aku pacaran. Sampai saat itu tiba, saat dimana dia mengatakan dengan jujur tentang dirinya, saat itu dia mengakui kalau dia memiliki pacar selain aku, satu di palembang, satu diaceh, satu diperbaungan, satu di sibolga dan satu lagi aku.

Sungguh sakit hatiku mendengarnya, ternyata wanita yang kucintai dengan sangat telah membagi cintaku, padahal aku dengan tulus mencintai dia, bahkan aku sempat berpikir akan menjadikan dia sebagai pendampingku. tak kusangka dia tega seperti itu. hatiku yang telah hancur hanya bisa diam dan mengatakan mungkin sudah saatnya kita berpisah. dan pacaranku itu hanya berjalan tiga bulan, sungguh ironis untuk cinta pertamaku karena hanya bertahan 3 bulan lamanya. Saat itulah aku sadar, sudah waktunya aku mencari cinta sejati, cinta yang tiada pernah mati ditelan waktu cinta pada-Nya, Allah SWT, dan aku akan berusaha semaksimal semaksimal mungkin walau diriku yang sekarang sudah sangat kotor tapi aku akan berusaha mencari cinta-Nya. dan aku berserah diri pada-Nya

Bagikan Tulisan Ini :
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter


3 Responses to “Cerita Cinta Sang Khilaf”

  1. sabar ya sob…???
    mungkin pengembaraan mencari cinta sejatimu akan diberikan petunjuk oleh ALLAH SWT…

    seperti kata D’masiv jgan pernah menyerah…

    selalu semangat dalam mencari cinta itu…
    semoga mendaptkan yg terbaik darinya…amin…

  2. Manca says:

    satu hal yg lo lupain dari cinta itu….

    apa??
    “keingintahuan”

    Sbelum U ptusin…
    Cari tw.. apa se cinta lo nt…

    u tw ga…
    semasa SMA q..
    Untuk mngenal sesorg…
    Q hmpi ngehabisin 1,5 tahun…
    sebelum q ungkapain cinta…
    namun,,… pd waktu it, akhirnya q sadr..
    lw dy.. emng bkn untk q… …

    hingga akhirnya q cari cinta lain…
    setelah q cari..
    haha..
    hanya air mata yg menggelisahi…
    hingga akhirnya aq tersadar…
    aq harus bangun dari mimpi akan cinta sejati…………..

  3. rizki1517 says:

    @ade hajriman : thanks for your support…
    pa kabar de??
    dah lama nie g posting?
    @manca :
    sulit memang untuk mencari cinta…
    semua butuh waktu, dan juga pengorbanan.
    saya salut dengan perjuangan anda mas, waktu 1.5 tahun menurut saya juga bukan waktu yang singkat. tapi saya yakin anda juga pasti akan menemukan cinta sejati.
    thanks atas komentarnya.. :)

Leave a Reply