Indahnya Berbagi dalam Kesederhanaan

Sungguh indah bila kita dapat berbagi dalam kesederhanaan. kesederhanaan bukanlah alasan bagi kita untuk mengatakan “wah untuk diri sendiri saja sudah sulit apalagi untuk berbagi”. Masih banyak hal yang dapat kita bagi walaupun kita hidup dalam kesederhanaan, Bukan hanya uang saja yang dikatakan harus berbagi bisa saja informasi, semangat, tenaga dan tentu saja masih banyak sekali hal yang dapat kita bagi.

Setiap orang mempunyai jalan hidup yang berbeda dengan yang lain. Jatuh bangun, sedih dan susah, suka dan duka, kesuksesan dan kegagalan, merupakan sebuah garis tangan yang harus dilalui oleh setiap orang. Terkadang kita diatas dan terkadang kita ada dibawah. Hal ini lah yang menutut sahabat untuk selalu memiliki sifat pengendalian diri dan senatiasa sabar dalam berbagai cobaan didunia.

Pada suatu saat, taatkala ada sahabat kita yang sedang galau dalam menghadapi pelik-a masalah hidup didunia, yang bahkan tidak ada obat atau resep dari dokter untuk mengobatinya usahakan lah kita untuk menghiburnya, dengan menghibur dan menyenangkan hatinya saja kita sudah termasuk berbagi. Berbagi dengan menyemangatinya agar sahabat kita itu kembali mendapati jati dirinya lagi dan hidup seperti sebelum ia mendapat masalah.

Suatu hari, Rasul yang mulia memberikan uang sejumlah dua belas dirham kepada Ali ra, seraya berkata: “Tolong Anda belikan baju untukku” Kemudian Ali as pun pergi ke pasar dan membeli baju seharga uang yang dibawanya. Tak lama, ia kembali ke hadapan Rasul Saw dengan membawa baju tersebut.

Rasul Saw lalu bersabda: “Alangkah baiknya, jika ada baju yang lebih murah dan lebih sederhana. Kalau memang pedagang itu tidak keberatan, bisakah baju ini dikembalikan” Setelah mengembalikan baju serta menerima uangnnya, Ali ra pun kembali menemui Rasul Saw.

Kali ini, Rasul Saw bersama Ali ra berjalan menuju pasar. Dalam perjalanan, mereka berjumpa dengan seorang budak perempuan yang tengah menangis. Matanya berputar seperti tengah mencari sesuatu sambil berkata: “Saya kehilangan uang empat dirham yang seharusnya dibelikan belanjaan. Sekarang, saya tidak berani pulang ke rumah”

Kemudian, Rasul Saw memberikan uang empat dari dua belas dirham yang dimilikinya. Barulah beliau ke pasar untuk memberi baju seharga empat dirham.

Saat kembali dari pasar, mereka berjumpa dengan seseorang yang berpakaian compang-camping, Rasul Saw menghadiahkan baju itu untuknya. Lalu beliau kembali ke pasar untuk membeli baju yang lain.

Dalam perjalanan pulang, mereka berjumpa kembali dengan budak perempuan yang di pasar tadi. Ia terlihat begitu sedih dan berkata: “Karena pulang telat, saya takut dihukum”

Rasul Saw lalu menyertai budak itu menemui majikannya. Karena kemuliaan hati Nabi, tuan rumahpun memaafkan serta membebaskan budak itu.

Di akhir cerita, Rasul Saw bersabda: “Alangkah berkahnya dua belas dirham ini, bisa menghadiahkan pakaian pada si papa serta membebaskan budak”

Sungguh indah memang makna berbagi dalam berbagai aspek kehidupan, disini kami mencoba untuk berbagi sedikit apa yang bisa kami bagi. karena berbagi adalah ibadah yang senatiasa memberikan kita pahala diakhir zaman kelak.

Bagikan Tulisan Ini :
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter


3 Responses to “Indahnya Berbagi dalam Kesederhanaan”

  1. kucrit says:

    indahnya berbagi akan terasa mantap jika keihlasan menyertai dalam hati..
    menyentuh mas.. semoga sesama manusia kita akan bisa selalu untuk terus berbagai dalam hal sekecil apapun..
    salam kenal sob..

  2. ade141 says:

    sederhana bukan berarti pelit. tapi sederhana untuk bertahan dalam kehidupan yang keras sangat berkesan serta membiasakan diri hidup dalam keadaan apapun.

  3. ade141 says:

    sederhana bukan berarti pelit. makna sederhana sangat mendalam apabila kita mengalami akan keadaan orang yang hidup dalam kesederhanaan. hidup sederhana sangat penting dalam kehidupan yang akan datang.

Leave a Reply