MERAIH SEBERKAS HATI

bunga (24)Pada suatu semester yang sama, Harey (x) sangat bahagia saat ia tahu akan mengikuti mata kuliah Kalkulus I pada semester satu tahun ajaran 2007-2008 yang bergabung dengan adik kelas. Saat itu Harey (x) telah duduk di semester tiga atau tepatnya pada tingkat dua.

Dengan semangat yang membara Harey (x) sangat rajin mengikuti mata kuliah ini bukan ingin dianggap pintar tapi karena seseorang yang sangat ia kagumi di kelas tersebut. Setiap kali Harey (x) melangkahkan kakinya ke ruangan kelas. Harey (x) seperti melihat seorang bidadari yang baru kali ini ia meihatnya dan selalu melirikya setiap ada kesempatan curi pandang.

Namun apa daya seorang Harey (x) yang sangat pemalu apalagi ingin berkenalan dengan seorang gadis yang cantik jelita dan elok rupawan.

Hari berganti hari hingga selesai mata kuliah tersebutpun ia tak pernah berani untuk berkenalan. <“dasar sial nasib si Harey (x)”>

Kegiatan kuliah Harey (x) berjalan dengan baik setiap harinya. Tetapi kegiatan kuliah itu sangat berbeda manakala ia selalu melihat atau berpapasan dengan bidadari yang selalu diimpikannya tersebut. Harey (x) merasa sangat menyesal tidak berani berkenalan atau menegur adik kelas tersebut hingga selesai mata kuliah Kalkulus I yang diambil Harey (x) pada semester satu tahun ajaran 2007-2008 yang sebelumnya.

Di samping pemalu, Harey (x) sangat menghargai wanita apalagi yang mengenakan kerudung pada aktivitas sehari-harinya. Ia sangat kagum melihat cirri-ciri wanita seperti itu. Harey (x) sangat penasaran terhadap gadis yang berstatus adik kelasnya tersebut. Sehingga Harey (x) selalu mencari informasi dari sumber yang cukup baik. Tetapi, sumber informasi tersebut selalu kurang lengkap dan kurang akurat. <” Harey (x) semakin penasaran sepertinya”>

Bulan berganti bulan hingga suatu saat kesempatan itu pun tiba. Ketika si Harey (x) menjadi Asisten Laboratorium mata kuliah Basis Data, ternyata dari tiga kelas yang diajari diantaranya terdapat satu kelas yang diduduki oleh gadis spesial tersebut. Melihat situasi dan keadaan ini, si Harey (x) sangat memanfaatkan setiap detil kegiatan si gadis tersebut setiap kali ia mengikuti laboratorium Basis Data.

Cerita pun berlanjut saat si Harey (x) pertama kali merespon, Harey (x) pun merespon adik kelasnya tersebut. Dengan lihainya Harey (x) melihat biodata diri si adik kelas tersebut.

Ternyata ia kelas kom B’07, asal tebing tinggi, lahirnya 26 September 1988 dan bernama Aca (y) tetapi alamat aslinya di daerah Sergai tepatnya Kampung Pon. Dan si Harey (x) pun langsung mendapatkan alamat di Medan yang tidak jauh dari kampus USU. Di dalam hati Harey (x) sangat bahagia saat mendapatkan data2 itu bahkan nomor handphone-nya. Setelah itu, langsung saja hari-hari selanjutnya pendekatan mulai eksis dilakukan harey mulai dari menelpon, sms-an bahkan informasi lebih lengkap dari teman-teman dekatnya.

Setiap kali kelas si Aca (y) masuk, maka sebagai Asisten teladan si Harey (x) pun selalu masuk. Hingga saat penyerahan makalah laboratorium ia selalu berusaha memperbanyak pertanyaan untuk si Aca (y) agar waktu bersamanya lebih banyak. <”pintar banget ya si Harey (x), hehehehehhh”>

Saat si Harey (x) ingin ungkapkan isi hatinya pada si Aca (y), usaha si Harey (x) dibantu oleh si Cayu (x1). Cayu (x1) sangat pandai dalam masalah percintaan. Dengan sigapnya Cayu (x1) mendekati dua sahabat Aca (y) yakni Tina (y1) dan Anjar (y2). Akhirnya percakapan pun dimulai :

Cayu (x1)        : “kalian berdua teman dekatnya Aca (y) yah”???

(y1 & y2)         : Iya benar bang, ada perlu apa ya bang???

Cayu (x1)        : Begini ceritanya, kawan abang yang si Harey (x) itu kan diam-diam ada suka   sama si Aca (y) jadi ia minta bantuan abang untuk minta foto-foto si Aca (y) dari sahabatnya. Karena ada sesuatu yang ingin diberikannya untuk si Aca (y).

(yi & y2)          : “owhh…gitu ya bang!!!”

Anjar (y2)        : kalo aku ga ada nyimpan ftonya bang, mungkin si Tina (y1) ada bang???

Tina (y1)          : iya aku ada nyimpan fotonya beberapa di handphone-ku bang…; tapi biar Tina (y1) aja yang milih bang; soalnya ada foto Tina (y1) yang gak pake kerudung…?

Anjar (y2)        : “Biar cepat langsung pilih aja fotonya, trus Bluetooth-kan aja ke hp bang Cayu”

Cayu (x1)        : okedeh…seperti itu lebih baik, Lanjutkan…???

Setelah Tina (y1) memilah fotonya dan mengirim melalui fasilitas Bluetooth kepada Cayu (x1). Maka percakapan pun selesai dan Cayu (x1) mengucapkan terima kasih kepada Tina (y1) dan Anjar (y2). <”percakapan diatas si Cayu (x1) sambil memeriksa laporan makalah mereka berdua;…”>

Dengan bantuan Cayu (x1) juga semua pelajaran cinta darinya diserap begitu cepat oleh Harey (x). padahal sebelumnya Harey (x) sangat grogi berhadapan dengan gadis yang sangat dikaguminya.

Tepatnya hari Jum’at pada saat selesainya penyerahan Laporan Makalah. Aca (y) bergegas ke Musholla untuk melaksanakan sholat Ashar. Ternyata Harey (x) juga diam-diam mengikuti dari belakang dan Harey (x) juga ingin melaksanakan shalat Ashar. Setelah melaksanakan shalat, ternyata Aca (y) lupa menepati janji dari Tina (y1) yang akan berjumpa dengan Aca (y). sehingga, Aca (y) minta maaf kepada Tina (y1) saat Tina (y1) menghubunginya. Saat itu Aca (y) sangat sedih karena ia tidak menepati janjinya. Tetapi, dengan penuh kelembutan si Harey (x) menenangkannya dan bersedia membantunya.

Setelah kesedihan itu, Harey (x) menemani Aca (y) ke tempat kost Tina (y1). Mereka berjalan berdua hingga tempat parkir motor. Ternyata Harey (x) baru ingat bahwa ia membawa motor. Dengan segannya Harey (x) menawarkan Aca (y) untuk boncengan dengan Harey (x). Harey (x) sangat senang saat pertama kali tawaran darinya langsung direspon dengan senyum manis ala Aca (y). <”Duhhhh…; Senangnya si Harey (x)”>

Setelah keluar dari tempat kost Tina (y1), Aca (y) dan Harey (x) kembali bersama hingga Harey (x) mengantarkan Aca (y) sampai ke tempat kostnya. Setibanya di tempat kost Aca (y), ibu kostnya telah duduk di teras rumah dan dengan segannya Harey (x) Cuma berani sampai batas pagar rumah kost tersebut. Ketika Harey (x) ingin beranjak dari tempat kost Aca (y), Harey (x) menyerahkan sebuah Compact Disc yang berisikan tentang perasaan hati Harey (x) saat itu.

Setelah kejadian itu, si Harey (x) lebih bersemangat untuk menjalankan kuliah seperti biasanya dan yang lebih senang lagi saat hari itu juga ketika si Aca (y) memanggil bang Harey (x) dan menyapanya. Mungkin ia mendalami akan cd pemberian dari bang Harey (x) tersebut. Karena file cd tersebut berkata dari lubuk hati seorang Harey (x).

Dan pada akhirnya seberkas hati itupun diraihnya. Semoga seberkas hati itupun berkembang menjadi ikatan yang utuh dan indah suatu saat nantinya. Berkas-berkas hati itu agar dapat menyatu menjadi bentuk yang menawan dengan kuasa dan ridhonya Allah SWT akan hubungan ini.

NB : Inisial pelaku yang digunakan dalam peristiwa ini. serta para pelaku yg tidak sempat disertakan maka dari penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya…; Jaya Terus sahabatkuliah.com ; Maju terus pantang mundur…!!!

(Kisah Nyata seorang anggota sahabatkuliah.com ditulis pada Senin, 14 September 2009 ; 2.18 pm)

Bagikan Tulisan Ini :
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • Twitter


2 Responses to “MERAIH SEBERKAS HATI”

  1. dewi hajriman says:

    So sweet abgda Q…

  2. wow… kisah yg menarik…

Leave a Reply